Pencemaran laut membuat banyak orang was-was mengonsumsi ikan.
Kasus Teluk Buyat, misalnya, membuat ikan di sekitarnya banyak mengandung methylmercury yang melewati ambang batas sehingga berbahaya kalau dikonsumsi.

Toh, Anda tak mesti menghindari ikan karena akan merugikan diri Anda sendiri.
Ikan adalah sumber protein yang sangat baik, rendah lemak, mengandung omega-3 dan nutrisi lain yang dibutuhkan oleh tubuh Anda.

Untuk menghindari risiko akibat ikan yang tercemar sebaiknya Anda mengetahui bagaimana ciri-ciri ikan yang bagus dan layak dikonsumsi.

Manfaat Ikan

Ikan selain rasanya yang enak juga mempunyai kandungan gizi yang sangat berguna bagi Anda.
Kandungan gizi yang ada pada ikan dapat menyebabkan Anda terhindar dari penyakit-penyakit degeneratif seperti jantung koroner, tekanan darah tinggi, stroke dan kanker.

Protein yang ditemukan pada ikan juga sangat baik.
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa mutu protein ikan setingkat dengan protein daging, sedikit di bawah protein telur dan di atas protein serealia dan kacang-kacangan.
Asam amino dalam protein ikan juga dapat meningkatkan mutu protein pangan lain.
Misalnya, nasi memiliki kadar asam amino lisin yang rendah, tetapi ikan mempunyai kadar lisin yang tinggi.
Jadi mengkonsumsi nasi dengan lauk ikan akan menjadikan keduanya saling melengkapi.

Ikan khususnya ikan laut juga mempunyai kandungan yodium yang tinggi.
Kandungan yodium ikan bisa mencapai 830 mikro gram per kilogram.
Bandingkan dengan daging (50 mikrogram) dan telur (93 mikrogram).

Ikan laut juga dikenal dengan kandungan omega-3 yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Jadi sering mengkonsumsi ikan laut dapat membantu mencegah terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung.
Asam lemak omega-3 dan omega-6 yang terdapat dalam ikan ini juga mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kecerdasan anak.
Pembentukan otot janin juga akan terbantu dengan kedua asam lemak ini, jadi ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi ikan.

Macam Ikan

Ikan yang ada di pasaran dibedakan berdasarkan habitatnya yaitu ikan air tawar dan ikan laut.
Habitat ini selain menentukan jenis ikan juga mempengaruhi kandungan gizinya.
Ikan air tawar biasanya kaya akan karbohidrat dan protein, sedangkan ikan laut kaya akan lemak, vitamin dan mineral.

Ikan laut mempunyai keunggulan dibandingkan ikan air tawar.
Ikan laut mengandung asam lemak omega-3.
Asam lemak ini juga mempunyai peranan yang besar dalam proses tumbuh kembang otak jadi ibu hamil yang memasuki usia kehamilan 20-36 minggu biasanya disarankan mengkonsumsi ikan laut agar pertumbuhan otak janin menjadi optimal.

Minyak hati ikan laut juga terkenal sebagai sumber vitamin A dan vitamin D.
Vitamin A yang ada dalam minyak ikan ini juga termasuk jenis yang mudah diserap.
Jadi pemberian minyak hati ikan pada balita Anda bisa mencukupi kebutuhan vitamin A dan D serta omega-3.

Memilih dan Mengolah Ikan

Untuk memperoleh ikan yang segar disarankan agar Anda membeli ikan yang masih hidup.
Jika tidak bisa, ikan yang sudah mati pun bisa menjadi pilihan asal Anda pastikan kesegarannya.
Ciri-ciri ikan yang masih segar :

  • Dagingnya relatif kenyal bila ditekan
  • Sisiknya tidak mudah lepas
  • Insangnya tidak berbau amis
  • Matanya masih bening dan tidak cekung

Agar kadar lemak ikan tidak meningkat saat Anda menggoreng atau membakar, sebaiknya ikan tidak perlu diolesi mentega. Mengolah ikan dengan membakar, mengukus, menumis atau menggunakan microwave oven dapat mempertahankan kelembaban ikan dan menjaga kandungan gizinya.
Kerusakan gizi akibat proses pengolahan tidak bisa hindari kecuali Anda ingin memakan ikan mentah-mentaah yang kandungan gizinya masih utuh.

Pengawetan makanan juga menentukan mutu gizi ikan.
Ikan yang dibekukan dapat bertahan beberapa tahun tanpa mengalami kemunduran gizi yang berarti.
Proses pengalengan yang baik juga menyebabkan ikan mampu bertahan selama beberapa bulan.
Tapi pengawetan ikan secara tradisional seperti ikan asap, ikan asin, dan pindang tidak membuat ikan bertahan lama jika disimpan pada suhu kamar.
Ikan pindang akan membusuk dalam beberapa hari, sedangkan ikan asap dan ikan asin sangat peka terhadap jamur dan bakteri.

jangan takut makan ikan lagi ya gan…

sumber : http://depoikan.com/depoikan/content/view/21/38/

Semakin meningkatnya tuntutan konsumen akan keamanan makanan yang akan mereka santap, maka perlu dilakukan upaya untuk mengidentifikasi dan menganalisis HACCP dalam proses pengolahan makanan. Banyaknya usaha kecil dan menengah di bidang pengadaan makanan seperti catering, kantin, warung makan, lesehan di pinggir jalan dan di kaki lima yang kurang terdidik dalam masalah keamanan makanan dapat mengakibatkan timbulnya kasus-kasus keracunan makanan yang beberapa bulan terakhir ini banyak terjadi di Indonesia. Untuk itu, perlu adanya upaya untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada para pelaku di bidang pengadaan makanan. Salah satu cara yang digunakan untuk pendekatan adalah melalui pemberian tugas kepada mahasiswa mengenai analisa HACCP pada beberapa usaha pengadaan makanan.
Banyaknya kejadian keracunan yang disebabkan korban mengonsumsi produk-produk katering yang tidak terdaftar atau industri rumah tangga disebabkan oleh tidak adanya kesiapan industri rumah tangga untuk menerima pesanan dalam jumlah besar. Dari pengalaman yang ada, yang sering keracunan adalah yang memesan dari katering level bawah, karena terjadi kontaminasi silang. Oleh karena itu perlu adanya pengawasan preventif dan penindakan. Salah satu hal yang paling penting dilakukan dalam kaitan ini adalah pendidikan keamanan pangan untuk konsumen guna meningkatkan kesadaran masyarakat. Mereka harus tahu dan memahami bahwa penyakit karena pangan disebabkan oleh bahaya kimia, bahaya biologi, bahaya fisik, dan mana makanan yang bebas bahaya.
Untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan yang semakin marak terjadi diperlukan sistem keamanan pangan terpadu yang melibatkan tiga jejaring, yaitu Food Intelligence, yang mengkaji risiko keamanan pangan; Food Safety Control, yang mengawasi keamanan pangan; dan Food Safety Promotion, yang mengkomunikasikan keamanan pangan. Food Intelligence adalah jejaring yang menghimpun informasi kegiatan pengkajian risiko keamanan pangan dari lembaga terkait (data surveilan, inspeksi, riset keamanan pangan, dsb). Food Safety Control adalah jejaring kerja sama antarlembaga dalam kegiatan yang terkait dengan pengawasan keamanan pangan (standardisasi dan legislasi pangan, inspeksi dan sertifikasi pangan, pengujian laboratorium, ekspor-impor, dan sebagainya). Food Safety Promotion adalah jejaring keamanan pangan, meliputi pengembangan bahan promosi (poster, brosur) dan kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan keamanan pangan untuk industri pangan, pengawas keamanan pangan, dan konsumen.

sumber :http://www.lily.staff.ugm.ac.id/

Bandeng, dalam bahasa Latin disebut Chanos chanos atau milk fish (bahasa Inggris). Konon ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (kurang lebih tujuh spesies punah dalam lima genus tambahan dilaporkan pernah ada).

Kandungan Gizi
Komposisi gizi per 100 gram daging bandeng adalah energi 129 kkal, protein 20 g, lemak 4,8 g, kalsium 20 mg, fosfor 150 mg, besi 2 mg, vitamin A 150 SI, dan vitamin B1 0,05 mg. Protein bandeng cukup tinggi. Kondisi ini menjadikan bandeng sangat mudah dicerna dan baik dikonsumsi oleh semua usia untuk mencukupi kebutuhan protein tubuh, menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro.

Bandeng juga mengandung asam lemak omega-3. Asam lemak ini bermanfaat mencegah terjadinya penggumpalan keping-keping darah sehingga mengurangi risiko terkena arteriosklerosis dan mencegah jantung koroner. Asam lemak ini juga bersifat hipokolesterolemik yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta berperan dalam pertumbuhan otak pada janin serta pendewasaan sistem saraf.

Ikan-ikanan termasuk bandeng ini rendah kolesterol. Lemak jenuh merupakan salah satu pemicu tersumbatnya pembuluh darah penyebab penyakit jantung koroner. Dengan rajin mengkonsumsi ikan merupakan salah satu cara diet tepat sebagai penangkal penyakit jantung koroner. Seperti bangsa Eskimo yang makan ikan 300-400 g/hari ditemukan masyarakatnya rendah kasus penyakit jantung.

Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Ikan juga mengandung asam lemak, terutama Omega-3, yang sangat penting artinya bagi kesehatan dan perkembangan otak bayi untuk potensi kecerdasannya. Demikian besar peranan gizinya bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan yang tepat untuk diet di masa yang akan datang.

gimana gan,tertarik buat makan ikan yang bisa menyehatkan agan agan sekalian?

sumber : http://raosecho.wordpress.com/2009/02/06/nilai-gizi-ikan-bandeng/